Jumat, 21 November 2025

Menata Hati Saat Sedekah

Nasehat Menata Hati dalam Sedekah dan Perjuangan Akhirat

Ketika harta kita dipergunakan untuk agama, sebenarnya Allah sedang memuliakan kita.
Sebab Dia memilih harta yang kita miliki — untuk menjadi jalan menuju akhirat.
Namun di saat yang sama, hati kita pun sedang diuji.
Bukan hanya diuji kemampuan memberi,
tetapi diuji ketulusan menjaga niat.
Sebab syaitan tidak pernah diam.
Ia membisikkan rasa kecewa, curiga, atau prasangka buruk terhadap proses pemanfaatan sedekah kita.
“Kenapa tidak langsung jadi?”
“Kenapa pakai cara seperti itu?”
“Apakah benar sedekahku digunakan dengan baik?”
Jika bisikan-bisikan itu dibiarkan,
maka pahala sedekah bisa terkikis oleh su’udzon dan hati yang mengungkit-ungkit.

Padahal Allah berfirman bahwa Dialah yang menyiapkan balasan atas setiap tetes pengorbanan.
Tugas kita hanya menanam dengan ikhlas.

Selebihnya…

🔸 Biarlah Allah yang menyempurnakan hasil.
🔸 Biarlah waktu yang memperlihatkan kebenaran.
🔸 Biarlah malaikat yang mencatat pahalanya tanpa terkurangi sedikit pun.
Karena kebaikan yang dilakukan dengan iman,
tidak akan pernah sia-sia.
Bila kita berniat membangun masjid,
dan langkah kita kadang terasa lambat atau dipenuhi ujian,
ingatlah…
Yang kita bangun bukan hanya dinding dan atap,
tetapi kekuatan iman yang akan kekal hingga hari akhir.
Tetaplah berbaik sangka,
sebab Allah tidak akan menelantarkan hamba-Nya
yang bersedekah untuk jalan-Nya.

Jaga niatmu,
jaga hatimu,
serahkan hasilnya kepada Allah.

Semoga setiap rupiah yang engkau keluarkan
menjadi taman di kuburmu,
menjadi naungan di padang mahsyar,
dan menjadi saksi bahwa hatimu pernah tulus mencintai rumah Allah.

آمِين يا رب العالمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar