Rabu, 07 Januari 2026

WAKAF SUMUR DUKUH BAYAT

Wakaf Sumur Air Bersih Wujud Kepedulian Murni Tanpa Tendensi
Tak harus dikenal luas atau dikaitkan dengan motif politik tertentu, kepedulian sejatinya lahir dari panggilan hati. Ia bukan untuk mencari popularitas atau pujian, melainkan menjadi bagian dari persaudaraan yang tulus, tanpa tendensi dan kepentingan apa pun. Nilai inilah yang menjadi dasar pemikiran dalam misi penyaluran wakaf sumur air bersih yang diprakarsai oleh dokter muslim asal Klaten di wilayah yang mengalami kesulitan air.
Program wakaf sumur ini digagas dan mulai dilaksanakan pada bulan Oktober lalu di Desa Butuh, Kecamatan Bayat, wilayah yang selama ini dikenal memiliki keterbatasan akses air bersih. Penyaluran wakaf dilakukan secara objektif, netral, dan tepat sasaran, dengan tujuan utama membantu kebutuhan dasar masyarakat tanpa membedakan latar belakang apa pun.
Relawan Ikhsan NR bersama masyarakat setempat turut terlibat aktif dalam proses pendampingan dan pelaksanaan program, mulai dari tahap perencanaan hingga realisasi. Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi kekuatan utama sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar.
Sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan, pada awal Januari dilakukan penyerahan secara simbolis sekaligus pemasangan prasasti wakaf sumur air bersih. Prasasti tersebut menjadi penanda bahwa sumur ini adalah amanah umat yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama dan keberlanjutan manfaat bagi warga sekitar.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada dr. Hastomo Agung, Sp.OT(K) atas kepedulian dan keikhlasan beliau dalam mewakafkan sumur air bersih ini. Ucapan tersebut disampaikan oleh perwakilan pengurus Masjid An-Nur Dukuh, yang mewakili masyarakat penerima manfaat.
Pengurus masjid dan warga berharap, wakaf sumur ini tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa berkhidmat dan mengabdi kepada masyarakat dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, bersih dari kepentingan, dan berlandaskan niat ibadah. Kepedulian yang murni diyakini akan terus mengalir manfaatnya, sebagaimana air yang menghidupi kehidupan.