Rabu, 26 November 2025

Arti Bahagia Ibu

Nak…
Kebahagiaan terbesar bagi orang tua sebenarnya bukan harta, bukan rumah megah, bukan jabatan tinggi. Kami tidak meminta apa pun yang berat darimu. Kami hanya ingin melihatmu tumbuh menjadi anak yang baik—yang hatinya lembut, perbuatannya membawa manfaat, dan langkahnya selalu diisi kebaikan.

Ada satu kebahagiaan yang tidak bisa digantikan oleh apa pun:
melihat anak kami bersedekah, membantu siapa pun tanpa memilih-milih, dan melakukannya dengan tulus.
Setiap kali engkau mengulurkan tangan kepada orang lain, hati kami seperti ikut terangkat, seolah kami ikut hadir dalam kebaikan itu. Karena sedekahmu adalah tanda bahwa nasihat kami engkau simpan, doa kami engkau pegang, dan pendidikan kami tidak sia-sia.

Wahai anakku,
ketika engkau bersedekah kepada orang tuamu, bukan jumlahnya yang membuat kami bahagia. Tapi perhatianmu, ingatmu, dan doamu yang sampai kepada kami. Itulah yang membuat hati orang tua merasa dihormati dan disayangi. Dan ketika engkau bersedekah kepada orang lain tanpa melihat siapa dia, kami tahu bahwa engkau telah tumbuh menjadi pribadi yang memahami makna hidup: bahwa kebaikan harus diratakan, bukan disimpan.

Nak…
Akan datang masa ketika tubuh ini semakin lemah, suara ini semakin pelan, dan langkah ini semakin pendek. Tapi selama melihatmu berjalan di atas jalan kebaikan, kami merasa hidup ini sudah lengkap. Kami tidak bisa selalu membersamaimu, namun kami ingin kebaikanmu menjadi pelindungmu ketika kami tak lagi mampu memelukmu.

Harapan kami sederhana:
Jadilah anak yang terus menebar kebaikan, karena setiap kebaikan itu kembali kepada dirimu sendiri.
Jadilah anak yang terus bersedekah, karena sedekah itu mengundang pintu langit terbuka.
Dan jadilah anak yang selalu ingat orang tuanya, karena doa kami adalah pagar tak terlihat yang akan menjagamu seumur hidup.

Semoga Allah menjadikanmu anak shalih yang menjadi penyejuk mata, penopang keluarga, dan penerang dunia serta akhiratmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar