“Kadang hatiku terasa sepi dalam perjalanan ini.
Saat aku berusaha membangun masjid—rumah Allah yang menjadi cita-cita hidupku—rasanya sulit menemukan sahabat yang benar-benar siap berjalan bersama. Ada hari-hari di mana aku merasa sendiri, seakan perjuangan ini terlalu berat untuk satu pundak.
Namun, setiap kali langkahku mulai goyah, alam di sekelilingku seperti ikut berbicara.
Dedaunan yang bergoyang pelan, sinar matahari siang yang menembus ranting, dan angin yang menyentuh wajahku… seakan mereka ingin berkata, ‘Tenanglah. Allah melihat niatmu. Dan niat yang tulus tidak pernah dibiarkan sendirian.’
Aku kembali yakin, bahwa kebaikan selalu punya jalannya sendiri.
Mungkin hari ini aku diuji kesabaran dalam kesunyian.
Mungkin belum ada sahabat yang datang menggandeng tangan.
Tapi aku percaya, Allah sedang menyiapkan orang-orang pilihan—mereka yang hatinya bersih, yang akan datang tepat pada waktunya, bukan karena diminta… tapi karena Allah yang menggerakkan.
Selama aku terus melangkah dengan ikhlas, masjid itu akan berdiri.
Dan aku tidak sedang berjuang sendirian.
Alam, takdir, dan Allah sendiri sedang menuntunku.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar