Kadang hati ini merasa prihatin melihat sebuah persahabatan yang dulu terasa begitu dekat, kini perlahan menjauh hanya karena perbedaan pandangan politik dan pemahaman agama. Dahulu saat sama-sama berada dalam kesulitan, kebersamaan terasa hangat. Saling membantu, saling menguatkan, dan saling hadir tanpa memandang perbedaan. Namun ketika keadaan mulai berubah, ketika ada keberhasilan dan jalan hidup masing-masing mulai terbuka, hubungan itu justru terasa renggang karena isu dan pengaruh pemikiran tertentu.
Saya memahami bahwa setiap orang berhak memiliki pilihan, keyakinan, dan sikap masing-masing. Tidak menyukai seseorang pun menurut saya masih hal yang wajar, karena manusia memiliki rasa suka dan tidak suka. Tetapi ketika ketidaksukaan itu sampai mempengaruhi orang lain agar menjauh, menanamkan jarak, atau memutus silaturahmi, di situlah letak sesuatu yang tidak baik. Karena persahabatan seharusnya dibangun di atas ketulusan, bukan di atas hasutan atau perbedaan pendapat.
Di sisi lain, saya pun sadar bahwa jarak tempat tinggal, kesibukan tugas, amanah mengembangkan lembaga pendidikan, dan tanggung jawab mengelola wakaf membuat saya tidak selalu bisa hadir dan dekat seperti dahulu. Waktu dan keadaan memang berubah. Namun dalam hati, penghargaan kepada persahabatan lama tetap ada. Kenangan saat berjuang bersama tidak pernah hilang begitu saja.
Di zaman sekarang, status dan media sosial ibarat bertetangga dalam kehidupan masyarakat. Dari sana kita bisa saling menyapa, saling mendoakan, dan tetap menjaga hubungan meski berjauhan. Interaksi kecil dalam kebaikan sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa hati masih dekat. Namun jika semua itu menjadi dingin hanya karena pikiran yang sudah dipenuhi sekat perbedaan, maka sesungguhnya yang jauh bukan jarak badan, tetapi jarak hati.
Semoga kita semua dijauhkan dari sikap merasa paling benar hingga melupakan nilai persaudaraan. Karena hubungan yang dibangun bertahun-tahun tidak seharusnya runtuh hanya karena perbedaan pandangan. Persahabatan sejati adalah yang tetap menjaga hormat, meski jalan pikiran tidak selalu sama. #persahabatan #politik #essay
Komentar
Posting Komentar