Selasa, 31 Maret 2026

Dari Lahan Tergerus Banjir Menjadi Pusat Produktivitas dan Harapan Baru di Muntilan


Dari Lahan Tergerus Banjir Menjadi Pusat Produktivitas dan Harapan Baru di Muntilan
Muntilan — Sebuah kisah inspiratif tumbuh dari kawasan yang dulu nyaris terlupakan. Lahan wakaf di Legok Kalongan, Dusun Macanan Tanjung, yang sebelumnya terus tergerus banjir hingga hampir hilang, kini bangkit menjadi pusat budidaya dan pemberdayaan masyarakat yang penuh harapan.
Perubahan ini bermula dari ikhtiar bersama. Melalui pembangunan tanggul yang dibiayai dari hasil budidaya ikan serta dukungan para donatur, lahan tersebut berhasil diselamatkan. Kini, sumber mata air yang dahulu terabaikan justru menjadi potensi utama yang menghidupkan kawasan ini.
Budidaya ikan nila dan bawal menjadi langkah awal yang membuahkan hasil nyata. Tidak hanya menghasilkan panen, kegiatan ini juga membuka peluang baru bagi pemuda sekitar. Mereka terlibat aktif, mulai dari pengelolaan kolam hingga mengembangkan usaha pemancingan yang terintegrasi. Sinergi ini menciptakan ekosistem ekonomi kecil yang saling menguatkan dan menambah penghasilan masyarakat.
Pengelola wakaf, Bapak Ikhsan Nurokhim, menyampaikan bahwa perubahan ini bukanlah proses yang mudah. “Dulu lahan ini tergerus air sungai dan luapan air dari kampung, kini sudah bisa dimanfaatkan. Harapannya ini bisa memberi manfaat dan merawat lingkungan dari kerusakan,” ungkapnya. Pernyataan tersebut menggambarkan semangat menjaga alam sekaligus menghidupkan potensi yang sempat terabaikan.
Lebih dari sekadar tempat budidaya, kawasan ini mulai diarahkan menjadi ruang kreatif yang nyaman dan bernilai. Ke depan, Legok Kalongan diharapkan berkembang sebagai pusat aktivitas produktif berbasis kearifan lokal—memadukan potensi air, sungai, dan kebun dengan sentuhan nilai-nilai spiritual.
Saat ini, pengelola juga tengah merintis pembangunan masjid di area tersebut. Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi pusat keberkahan, memperkuat nuansa religius, serta menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dalam kegiatan ibadah dan pembinaan spiritual.
Transformasi Legok Kalongan menjadi bukti bahwa lahan yang dianggap tidak bernilai pun dapat menjadi sumber keberkahan jika dikelola dengan niat, kebersamaan, dan visi yang jelas. Harapannya, langkah ini mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk menghidupkan kembali lahan-lahan terbengkalai menjadi kawasan yang produktif, mandiri, dan penuh manfaat bagi umat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar